Project Strategy Execution

    Dibaca 375 kali

Dalam pencapaian visi dan misinya maka perusahaan akan melakukan inisiatif-inisiatif yang dituangkan dalam bentuk program dan proyek.  Program-program dan proyek-proyek tersebut harus dikelola dengan baik. Sehingga tujuan pelaksanaan program-program dan proyek-proyek tersebut dapat dicapai secara efektif dan efisien. Untuk mencapai tujuan tersebut maka diperlukan adanya PMO (Project Management Office).

Kondisi suatu organisasi yang membutuhkan PMO adalah sebagai berikut :

  1. Setiap proyek yang dijalankan tidak dapat memberikan gambaran kontribusi finansial (project portfolio), baik secara langsung maupun tidak langsung, kepada perusahaan. Baik dalam bentuk Return On Investment, Project Economics, Project Balanced Scorecard, dll.
  2. Proyek-proyek dimulai tanpa adanya kolaborasi antara eksekutif fungsional (functional executives) Sumber Daya Manusia yang ada menjalankan pekerjaan multi-tasking hanya untuk membahagiakan para eksekutif fungsional.
  3. Terlalu banyak waktu yang diluangkan untuk mengevaluasi anggaran proyek serta biayanya ketimbang evaluasi penurunan project cycle time.
  4. Para manajer proyek dan eksekutif seringkali memperdebatkan deadline serta SDM proyek.
  5. Para manajer proyek seringkali terbentur masalah SDM proyek karena kurangnya perencanaan SDM yang baik konflik antar manajer proyek sering terjadi.
  6. Terlalu banyak proyek yang berjalan sehingga seringkali kekurangan SDM.

Implementasi ketika diterapkannya PMO pada sebuah organisasi telah terbukti memberikan peningkatan performa dengan sebaran sebagai berikut :

  1. Penurunan dalam kegagalan proyek 31%.
  2. Biaya proyek dibawah anggaran 30%.
  3. Peningkatan Produktivitas 21%.
  4. Proyek selesai lebih cepat dari jadwal 9%.
  5. Penghematan biaya per proyek 17%.
  6. Peningkatan kapasitas sumber daya 13%.
Manfaat yang diperoleh dengan adanya PMO pada suatu project :

Membantu Board of Director (BOD) menentukan prioritas dari sejumlah pilihan investasi dengan, mempertimbangkan:Biaya, manfaat, resiko dan wakt dikaitkan dengan tujuan bisnis. Top-down portfolio budgeting adalah untuk Meningkatkan keyakinan mengenai kemana dana yang paling baik diinvestasikan untuk mencapai tujuan perusahaan, Meningkatkan kemampuan bereaksi terhadap perubahan pasar dan Memperbaiki posisi dalam persaingan.

Membantu manajemen dalam mengelola anggaran untuk memudahkan perusahaan menyusun anggaran dan perubahannya khususnya perubahan skala prioritas investasi, Sebagai rujukan untuk seluruh informasi tentang rencana investasi/proyek, ROI, benefit analisys, risiko sehingga seluruh stake holders mendapatkan informasi yang sama. Mekanisme persetujuan investasi yang jelas dan transparan, Good Corporate Governance Disiplin terhadap Standard Operating Procedure (SOP) serta Memperjelas kepemilikan setiap investasi. Kapasitas perencanaan adalah untuk pengalokasian sumber daya yang lebih efisien dan terencana dengan baik serta Meningkatkan “success rate” dan memastikan bahwa investasi sesuai dengan kemampuan perusahaan. Sentralisasi data seluruh proyek adalah untuk Meningkatkan pemahaman yang sama terhadap seluruh aspek proyek dan Proses pengambilan keputusan yang lebih baik dan cepat.

Solmit hadir membantu perusahaan anda dalam mewujudkan Project Management Office (PMO) sehingga program-program dan proyek-proyek yang menjadi inisiatif perusahaan bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan dan secara efektif dan efisien.

 

Share: